GMT adalah singkatan dari Greenwich Mean Time. Nah, Greenwich Mean Time sendiri adalah sebuah sistem standardisasi waktu internasional yang diciptakan untuk mengetahui perbedaan waktu negara-negara di dunia berdasarkan letak geografisnya. Pada tahun 1884, konvensi internasional sepakat menetapkan wilayah Greenwich di London, Inggris, sebagai ‘titik nol’ atau ‘titik tengah’ untuk membagi waktu dunia ke dalam 2 zona waktu yang berbeda. Hal ini karena Greenwich diyakini menjadi titik di mana garis bujur 0° bumi (biasa disebut Prime Meridian atau Greenwich Meridian) berada.
Karena itulah, kamu akan bisa menemukan sebuah observatorium bernama Royal Observatory dengan sebuah jam besar yang disebut Shepherd Gate Clock di Greenwich, London. Waktu yang ditunjukkan oleh Shepherd Gate Clock inilah yang menjadi patokan ‘waktu’ utama di dunia. Dengan adanya GMT, kita jadi bisa lebih mudah mengetahui waktu di berbagai negara:
-. Negara-negara yang berada segaris dengan GMT (Inggris), memiliki waktu yang sama dengan GMT (biasa disebut GMT 0). Contoh: Burkina Faso, Togo, Ghana, Islandia, dll.
-. Negara-negara yang berada di timur GMT (Inggris), memiliki waktu lebih cepat daripada GMT (tiap 15° menunjukkan perbedaan waktu lebih cepat 1 jam). Biasanya disimbolkan dengan GMT +. Contoh: Indonesia (GMT +7): berarti waktu Indonesia lebih cepat 7 jam dari waktu London.
-. Negara-negara yang berada di barat GMT (Inggris), memiliki waktu lebih lambat daripada GMT (tiap 15° menunjukkan perbedaan waktu lebih lambat 1 jam). Biasanya disimbolkan dengan GMT -. Contoh: New York (GMT -5) => berarti waktu New York lebih lambat 5 jam dari waktu London.
Tapi, sistem pembagian waktu GMT sebenarnya sudah tidak digunakan sejak tahun 1972 dan digantikan dengan standarisasi waktu internasional baru yakni UTC (Universal Time Coordinated. Meski begitu, waktu pada sistem GMT dan UTC sebenarnya tak jauh berbeda. Sehingga sampai sekarang, pembagian waktu dengan GMT juga masih kerap digunakan.
Lalu, apa itu GMT pada jam tangan?
Buat para watch-enthusiast, mungkin sudah tidak asing menemukan jam tangan yang menawarkan fitur atau complication GMT. Pertanyaannya, apa hubungan antara jam tangan GMT dengan sistem waktu Greenwich Mean Time? Lalu, apa pula sebenarnya fungsi fitur GMT pada jam tangan? Sesuai namanya, jam tangan GMT adalah jenis jam yang dibekali fitur untuk dapat menampilkan 2-3 waktu di zona waktu yang berbeda secara bersamaan. Dengan fitur GMT, kamu bisa melihat waktu di zona bagian barat maupun timur garis GMT hanya dengan satu jam tangan.
Karena fungsinya untuk menampilkan zona waktu di tempat berbeda itulah, jam tangan GMT awalnya identik dengan dunia penerbangan dan profesi pilot. Rolex adalah brand pertama yang menciptakan jam tangan GMT pada tahun 1950-an melalui seri Rolex GMT-Master. Seri ini secara khusus dibuat Rolex untuk maskapai penerbangan asal Amerika, Pan Am, yang ingin membekali semua pilotnya dengan jam tangan yang bisa menampilkan waktu di dua zona berbeda. Sehingga, saat pilot menerbangkan pesawat dari dan menuju negara yang memiliki zona waktu berbeda, ia tetap bisa mengetahui waktu keduanya secara bersamaan.
Ciri khas paling terlihat dari jam tangan GMT adalah memiliki total 4 jarum jam (3 jarum biasa untuk menunjukkan jam, menit, dan detik serta 1 jarum tambahan untuk menunjukkan waktu di zona yang berbeda). Selain itu, ciri lain jam tangan GMT adalah memiliki indikator angka tambahan selain waktu jam 1-12 yang biasa kita temui pada jam konvensional. Pada jam GMT, kamu akan menemukan indikator waktu 24 jam yang biasanya terletak pada bagian bezel maupun sub-dial tambahan. Nah, indikator 12 jam pada dial utama berfungsi menunjukkan zona waktu di tempatmu berada, sementara indikator 24 jam yang terletak pada bezel atau sub-dial berfungsi menunjukkan waktu di zona yang berbeda.
Di watchcontinent, ada banyak pilihan jam tangan dengan fitur GMT, yuk cek!